Cerita Ibu Diberi Mestika 14 Jenis Lewat Mimpi dan Akhirnya Kenyataan

Wednesday, April 8, 20156komentar

Inilah sejumlah barang antik yang
didapat melalui proses mimpi.

Mestika atau dalam bahasa Makassar disebut 'kulau', termasuk banyak diburu. Banyak orang percaya, jika mestika tersebut punya khasiat magic (mistis) bagi pemilik atau pemakainya. Mulai dari bisa menjadi bersakti sampai dipercaya membawa keberuntungan, seperti mempermudah rezeki dan bisa membuka pintu jodoh.


Banyak cara untuk mendapatkan mestika. Bisa melalui pemberian orang, warisan nenek moyang, dibeli, atau diberi lewat mimpi atau orang-orang menyebutnya 'pangngamaseang' (pemberian dari makhluk halus, bisa menyerupai orang yang sudah meninggal, atau hanya berupa suara).

Tulisan kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang pemberian mestika atau kulau lewat mimpi dan kemudian saat bangun, ternyata menjadi kenyataan. Pemberian lewat mimpi ini, bagi orang Makassar menyebutnya dengan istilah 'pangngamaseang' (belas kasihan).
Ini cerita saya dengar langsung dari orangtua saya. Sebab ibu saya sendiri yang mengalami peristiwa aneh ini. Orangtua tinggal di sebuah kampung terpencil di Kabupaten Gowa, tepatnya di Dusun Sapakeke, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya.

Diceritakan pada 2014 silam, di tengah banyaknya masalah yang dihadapi keluarga, ibu saya bermimpi dan mendengar suara seperti orang tua. Saat itu, suara tersebut memberitahu kepada ibu saya, jika akan ada yang dia berikan. "Nia' lakusareangko erang pa'balu-balu' (ada yang akan saya berikan kepada kamu soal jimat berdagang)," kata orang tua tersebut, yang didengar ibu saya dalam mimpinya. Kebetulan, orang tua saya, selain bertani, juga berdagang pakaian jadi.

Namun dalam mimpi tersebut, suara itu tidak menjelaskan apa yang akan diberikannya. Ibu saya mengaku, saat bangun, cuek bercampur rasa penasaran terhadap suara dalam mimpi tersebut. Pagi-pagi, ibu keluar rumah menuju ke arah lapangan. Sebab rumah kami ada di samping sekolah dan dekatnya ada lapangan.

Saat keluar rumah tersebut, di pinggir lapangan, ibu mendengar suara samar-samar. Tidak jelas suara apa. Saat itulah, ibu balik. Saat balik, dilihatnya ada plastik kecil sejenis plastik yang biasa dipakai bungkus obat dokter. Saat diperiksa, ternyata ada sejumlah batu-batu, dua keris kecil, dan kotak persegi empat bertuliskan huruf Arab, yang katanya sih Alquran mini, yang ukurannya sebesar namanya ibu jari kaki sedang.

Saat itulah, ibu langsung pulang ke rumah memeriksa baik-baik. Di situlah ibu yakin kalau itu sekaitan dengan mimpinya malam tadi. Ibu juga yakin kalau itu mestika dan barang langka. Dalam plastik tersebut, ada 14 jenis yang berpasang-pasangan, atau ada 7 pasang.

Setelah dilihat, ayah saya mengenali beberapa jenis mestika tersebut. Di antaranya, ada mestika alat kelamin laki-laki, yang bentuknya seperti penis atau 'kulau laso' yang satu pasang dengan mestika alat kelamin perempuan, berbentuk vagina, atau dalam bahasa Makassar biasa diistilahkan 'kulau tude', yang tampaknya terbuat dari batu.

Mestikan kelamin laki-laki dan perempuan.
Kulau mirip kelamin perempuan dan laki-laki, atau kulau laso dan kulau tude.
Ada juga sepasang atau dua butir kulau je'ne' atau mestika air. Bentuknya bundar warna bening. Satu agak besar dan satunya lagi dua kali lebih kecil.
Sepasang mestika air.
Selanjutnya ada Alquran mini, yang bertuliskan huruf Arab dan ukurannya hanya sebesar ibu jari ukuran besar atau ibu jari kaki. Di bagian sampulnya ada gambar keris bersilang dan di sisi lain sampulnya bertulis huruf Arab. Sampulnya berwarna keemasan dan di dalamnya seperti kertas berwarna hitam dengan tulisan Arab berwana kuning keemasan.
Alquran mini atau Istanbul dan mestika orang atau 'kulau tau'.
Isi dari Quran mini.
Katanya, pasangan Alquran mini ini adalah mestika orang atau 'kulau tau'. Kulau tau ini bentuknya seperti orang. Punya kepala, badan, dan kaki, tapi tidak ada bentuk tangan. Hanya sedikit mirip dengan orang, yang tampaknya terbuat dari batu.

Selanjutnya ada dua keris. Katanya ini satu pasang. Satu keris sarungnya diikat kain warna merah dengan keris di tengahnya berlubang kecil dan berwarna hitam. Satunya lagi berwarna hitam keemasan. Di dua sisi sarung dan kerinya bertulis Arab, dengan lafal 'La ilaha illallah' dan di sisi lainnya bertulis 'La haula wa la quwwata illa billah'.
Sepasang keris dan Alquran mini.

Sepasang keris dan sarungnya.

Selain itu, ada juga koin logam berukuran lebih besar bergambar Soekarno di sisi satu, dan gambar burung Garuda di sisi lainnya. Koin berwana kuning keemasan. Kemudian ada juga koin yang ukurannya kecil, bergambar dua burung dengan angka 1020 di satu sisi, dan sisi lainnya bertulis Arab dengan angka Arab 1227.

Koin bergambar Soekarno dan koin bertuliskan huruf Arab.
Kemudian satu lagi mestika kelapa, atau 'kulau para kaluku'. Warna putih dan tampak terbuat dari batu. Katanya, mestika ini sepasang dengan mestika telur atau 'kulau bayao' dalam bahasa Makassar.

Kemudian mestika terakhir berbentuk batu atau permata cincin. Satu berwana putih dan satunya berwarna merah. Karena mungkin saat ini zaman batu, sehingga ayah saya menggunakan dua mestika itu menjadi permata cincin, layaknya batu akik.

Mengenai khasiat yang dipercaya orang-orang kampung, saya tidak tau menahu soal itu. Namun yang jelas, katanya itu mestika dan jarang orang mendapat hal semacam itu. Hanya orang-orang pilihan. Soal masalah khasiat, sebaiknya jangan sampai terjerumus kepada syirik. Bagi yang berminat sebagai koleksi, bisa ditawar. Hehe. Wallahu 'A'lam. (***)

Makassar, 5 April 2015
Share this article :

+ komentar + 6 komentar

Anonymous
October 20, 2016 at 2:02 PM

Itu batu kulau air nya mau dimaharkan? hub sy ansar:0822.3688.5758 Mksr

Lutfi
February 4, 2018 at 8:56 AM

Kulau kelaminnya tdk dimaharkan pak? Infota 08114118989

February 10, 2019 at 8:06 AM

2.000.000 iye....

Anonymous
June 5, 2019 at 6:13 AM

Tabe’ kulau kelaminnya kita mahar?

Anonymous
June 5, 2019 at 6:14 AM

Kulau airnya jg ye’

August 26, 2020 at 1:37 AM

Saya juga punya bosku lebih dari 10 benda pusaka lwt wa maki kalo ada yg mau tabe0895615390899

Post a Comment

 
Support : TEKAPE.co | Arsip
Copyright © 2015. Catatan Abd Rauf - All Rights Reserved
Desain by Berita Morowali Powered by Abd Rauf